Pada hari Kamis, 24 Desember 2020, Yayasan Generasi Muslim Cendekia (GMC) kehilangan seorang tokoh utama yang menjadi pilar awal berdirinya lembaga ini. Prof. Ir. H. Sunarpi, Ph.D, lahir di Puyung pada 4 Agustus 1962, berpulang setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, riset, dan pengembangan masyarakat.
Pendiri yang Menanamkan Arah Baru Pendidikan
Sebagai pendiri yayasan, Prof. Sunarpi membawa visi besar: bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh siapa saja tanpa memandang asal keluarga, status sosial, ataupun latar belakang ekonomi. Prinsip inklusif ini menjadi pondasi kuat yang kemudian membentuk identitas Yayasan GMC.
Beliau ingin setiap anak memiliki kesempatan belajar yang adil, berkualitas, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Misi GMC: Mencetak Generasi Ulul Albab
Salah satu warisan terpentingnya adalah arah pendidikan GMC yang berfokus pada pembentukan generasi ulul albab—generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Bagi beliau, pendidikan tidak hanya menyiapkan siswa menjadi orang yang pandai, tetapi juga pribadi yang beriman, berakhlak, dan mampu berpikir mendalam serta bijaksana.
Konsep ini menjadi dasar kurikulum dan budaya belajar GMC hingga sekarang.
Riwayat Pendidikan
Perjalanan pendidikan beliau menunjukkan kerja keras dan ketekunan yang luar biasa:
Perguruan Tinggi:
Riset & Kolaborasi Internasional:
Riwayat Karier di Universitas Mataram
Beliau dikenal sebagai sosok akademisi yang visioner, disiplin, dan konsisten meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di NTB.
Riwayat Sosial & Pengabdian Masyarakat
Jejak sosialnya menggambarkan kepedulian yang luas terhadap pembangunan pendidikan dan masyarakat.
Kolaborasi Pendidikan dari Lokal hingga Internasional
Untuk membangun GMC, Prof. Sunarpi menggabungkan pengalaman akademiknya dan jaringan profesionalnya. Beliau bekerja sama dengan praktisi pendidikan di Universitas Mataram serta mitra internasional dari Jepang dan Korea.
Upaya ini melahirkan banyak pembaruan dalam metode pengajaran, pengembangan guru, dan arah kurikulum yang lebih maju.
Warisan yang Tetap Hidup
Hingga hari ini, nilai-nilai yang beliau tanamkan masih terasa dalam setiap langkah Yayasan GMC.
Pendidikan inklusif, budaya belajar yang berkarakter, profesionalisme guru, dan misi mencetak generasi ulul albab—semuanya merupakan bagian dari pemikiran beliau.
Bangunan dapat berubah, program bisa diperbarui, tetapi fondasi nilai yang beliau letakkan tetap menjadi kekuatan utama GMC.
Saat kita mengenang kepergiannya, kita juga mengingat perjuangan dan komitmen panjang yang beliau titipkan kepada generasi setelahnya.
Semoga Allah menerima segala amal jariyahnya, melapangkan kuburnya, dan menjadikan ilmu serta kerja keras beliau sebagai pahala yang terus mengalir.
Terima kasih, Prof. Sunarpi.
Warisanmu akan terus menjadi cahaya bagi Generasi Muslim Cendekia.